(Pemalang,    /01/2018) Pemilihan serentak tahun 2018 sebagai tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa tengah tahun 2018, KPU Kabupaten Pemalang melakukan kegiatan pembentukan PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih), sebagai proses mulai dari tingkat bawah RT/RW.


Sebagai penanggung jawab dalam kegiatan ini di lakukan oleh bagian umum yang kemudian bekerjasama dengan PPS dan PPK Se Kabupaten Pemalang.


"Untuk tahapan proses pembentukan PPDP diusulkan dari masing-masing PPS melalui PPK  dan di serah terimakan kepada KPU Kabupaten Pemalang. Proses pembentukan PPDP sendiri dimulai tanggal 19 Desember 2017 sampai dengan 19 Januari 2018," terang Tomy Wasito Adi, Kasubag Umum, Jumat (29/12/17).


Pembentukan PPDP merupakan proses untuk MENCOKLIT pemilih dimana dalam pembentukan PPDP dapat berasal dari pengurus RT, RW atau sebutan lainnya yang diusulkan oleh PPS diwilayah kerjanya. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan PPDP, antara lain :


  • Berdomisili di wilayah kerjanya, dibuktikan dengan alamat pada KTP-el atau Surat Keterangan yang dimilikinya,

  • Bukan anggota salah satu partai politik atau tim kampanye pasangan calon, dapat bekerja sama dengan RT/RW atau sebutan lain di wilayah kerjanya

  • Bukan dari anggota kepolisian atau TNI

  • Rajin dan teliti serta mempunyai tulisan tangan yang dapat dibaca oleh orang lain

  • Berusia mininal 17 tahun

  • Bersedia menjadi salah satu anggota KPPS

  • Bersedia melakukan coklit sejak hari pertama pada tanggal 20 Januari 2018 (minimal 5 rumah)

  • Menandatangani surat pernyataan kesiapan menjadi PPDP.


"Sedangkan sampai hari ini, PPK yang telah menyerahkan daftar PPDP baru 6 kecamatan  diantaranya, Comal, Pemalang, Randudongkal, Petarukan, Belik, Pulosari yang lainnya belum menyerahkan" pungkas Tomy seraya menambahkan, sudah menghubungi PPK untuk segera mengumpulkan berkas daftar PPDP yang sudah diusulkan di masing-masing kecamatan